Uhuk, uhuk, TUT, ehem. Begitulah sound viral di TikTok. Bisa dipasangkan dengan berbagai macam video. Yang penting, kentutnya jangan sampai kelihatan orang lain.
Yap, kentut adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Kalau disuruh menghitung, pastilah kita tidak tahu sudah berapa kali kentut dari sejak di dalam rahim sampai sekarang ‘kan?
Dan, akan lebih susah lagi, berapa target kentut yang berikutnya hingga tutup usia? Yang jelas, kentut selalu berasal dari belakang. Kalau kentut depan, itu namanya bau mulut. Baunya kadang sama.
Kentut Bagi Pasangan Suami Istri
Kalau bagi pasangan suami istri, kentut juga menjadi bagian dari keseharian. Entah di waktu pagi, dimulai dari suaminya, atau di malam diakhiri oleh istrinya.
Mungkin ketika dahulu mereka berpacaran, kentut sembarangan akan dijaga semaksimal mungkin, bahkan kalau perlu dengan jiwa dan raga.
Soalnya, kentut sembarangan ini dianggap aib. Dianggap akan menurunkan harkat, martabat, terang bulan, eh, kok malah terang bulan, maksudnya, harkat, martabat, derajat, hingga pangkat seseorang.
Terlebih selama pacaran itu, belum tentu jadi betul bukan? Belum tentu akan berujung di pelaminan yang nantinya beradu kelamin bukan?
Nah, jadi selama pacaran itu, selama berduaan saat pacaran, pantat sebagai tempat hulu ledak kentut, dibuat tidak berkutik. Meskipun, ya, konsekuensinya perut bisa sakit. Kepala bisa terasa seperti mau pecah.
Begitu selesai pacaran, kentut itu pun dihembuskan dengan lega, meskipun nada, pitch control, dan ketukan tempo beda dengan tadi jika betul-betul dikeluarkan.
Bila kedua sejoli tersebut betul-betul menikah, maka mulailah terbuka satu persatu. Selain aurat tentu saja, kebiasaan yang tidak muncul saat pacaran, jadi muncul.
Tidak hanya yang berpacaran sebelumnya, yang menempuh jalur ta’aruf melalui murobbi, juga pastinya akan kaget. Kok suaminya terkenal suka kentut, ya? Kentutnya bentuk gas lagi. Kadang malah kentut berdahak. Waduh!
Kentut pun bisa menjadi ajang baku balas. Semoga saja, bukan ajang balam dendas, sengaja typo. Tetap harus ada kasih sayang di antara keduanya, lah. Nada kentutnya juga harus dibikin romantis.
3 Makna Kentut untuk Pasangan Suami Istri

Sesuai judul di tulisan ini, masih ingat ‘kan, kentut itu ternyata ada maknanya. Bagi kamu yang saat ini jadi suami, kamu perlu tahu ini. Kentut jangan selamanya dianggap negatif. Itu namanya diskriminasi, tidak berperikekentutan.
1. Aku Sudah Nyaman Jadi Diriku Sendiri di Hadapanmu
Masih menyinggung di awal tulisan ini, saat pacaran, saat melamar, harus jaga jaim rapat-rapat. Harus tampil sempurna, anggun, berwibawa, meskipun datang di rumah melamar sedikit yang dibawa.
Mungkin pada awal-awal menikah, kamu berusaha menjadi laki-laki yang baik-baik saja di depan istri kamu. Ketika kamu kentut, kamu memilih untuk menyingkir dulu.
Bisa jadi, kamu ke luar rumah, berlari ke terminal terdekat, lalu naik bus antarkota demi menjauhkan istri kamu dari bau kentut kamu yang bisa mematikan orang hidup atau malah sebaliknya.
Akan tetapi, mau sampai kapan? Sementara kamu akan menjalani kehidupan bersama istri kamu bertahun-tahun kemudian. Masa mau naik bus antarkota terus? Apa mau ditambah dengan naik pesawat terbang dulu? Semuanya hanya demi menjauh pas mau kentut.
Pada akhirnya, kamu pun akan menyerah. Kamu mulai membuka diri, menampakkan jati dirimu yang sebenarnya yang beda memang dengan kayu jati. Kamu mulai mencoba untuk kentut perlahan di depannya.
Rupanya, istri kamu tidak marah. Biasa-biasa saja. Dan, kamu mulai mendapatkan jalan terang. Habis gelap, terbitlah terang. Habis kentut sekejap, terbitlah bau belerang.
Ternyata, dia mulai bisa menerima bahwa kamu tercipta di dunia ini salah satunya untuk banyak kentut. Istrimu yang telah terbina dan terdidik dalam program training khusus pernikahan, menerima kamu apa adanya.
Kamu tetaplah suaminya. Kamu tetaplah laki-laki terbaik dalam hidupnya. Kamu tetap dihormati meskipun kamu bukan bendera, juga bukan tiang bendera, meskipun badan kamu bisa jadi mirip saking menderitanya karena istri.
Hingga tibalah penerimaan itu sampai di hati. Kamu bisa kentut di mana saja di dalam rumahmu sendiri. Bahkan, ketika makan bersama, kamu tetap dapat melayangkan gas beracun itu.
Istri kamu tidak keracunan. Buktinya dia baik-baik saja. Hidungnya sudah kebal tanpa harus ditutup rompi antipeluru.
Sampai di sini, makna pertama kentut bagi pasangan suami istri adalah penerimaan. Kamu merasa nyaman menjadi suaminya dan dia juga nyaman menjadi istri kamu.
Ternyata, istri kamu diam saja, menerima kamu yang brat-bret itu. Tahu kenapa alasannya? Kamu mesti lebih harus menerima istri kamu. Sekali dia kentut, baunya seribu kali kentut kamu yang paling bau.
2. Membuat Tertawa Bersama
Humor memang diperlukan dalam kehidupan pasangan suami istri. Beda dengan tumor yang memang tidak diperlukan. Kalau dalam bahasa Jawa, tumor itu artinya untu morngos!
Nah, bercanda antara kamu dan istrimu memang bisa menurunkan ketegangan. Meskipun itu bukan berarti menurunkan tegangan listrik di rumahmu sendiri, apalagi di rumah tetangga.
Yang jelas, siapa sih orang yang tidak suka tertawa? Siapa sih yang suka mukanya tegang terus? Siapa sih yang suka marah-marah terus? Tidak ada bukan? Marah itu memang bikin capek dan capek bisa muncul karena marah.
Saat kamu atau istri kamu kentut lewat bagian belakang itu, bukan lewat mulut, maka mungkin awalnya kaget. Pasangan kamu kaget. Tetangga mungkin tidak kaget, bahkan presiden juga tidak kaget, sebelum dia dapat laporan, lalu berpidato lagi dan lagi.
Ketika yang awalnya kaget itu, bisa tiba-tiba langsung tertawa. Apalagi jika suaranya terdengar lucu. Ini menjadi suatu hiburan tersendiri. Apalagi istri kamu yang mungkin baru sekali ini kentut seumur hidupnya, maka akan menjadi peristiwa yang luar biasa.
Biarkanlah bau kentut itu hilang seiring dengan awan yang terus berarak di langit. Toh, kentut itu tidak akan meracuni lingkungan atau merusak lapisan ozon. Asal jangan berubah katanya, kata “ozon” huruf z jadi hilang. Kalau itu malah jadinya, “Oon, kentut sembarangan!”
3. Setidaknya Hidung Kamu Masih Berfungsi Normal

Pada poin ketiga ini sebenarnya menjadi sangat penting karena menyangkut nikmat yang diterima dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Hidung kamu masih normal. Telinga kamu juga masih oke. Kamu masih bisa mencium dan mendengar suara kentut istri kamu yang mungkin suaranya besar, hanya memang kalah besar dibandingkan sound horeg. Jangan berkecil hati.
Salah satu hal yang harus disyukuri sekarang adalah kita tidak kena salah satu penyakit yang mengakibatkan hilang penciuman, yaitu: covid-19.
Saya waktu itu terkena dan mengalami hilang penciuman. Bau parfum, kapur barus, pokoknya yang biasanya bau, menjadi hilang sama sekali, bahkan dua kali.
Rupanya, covid-19 yang saya alami dan rasakan itu justru menular sampai ke istri dan anak-anak. Satu rumah hilang penciuman semua. Alhamdulillah, tidak sampai membuat nafsu makan hilang. Meskipun daya penciuman hilang, tetapi Alhamdulillah masih bisa bersyukur kepada Allah.
Sekarang, ketika istri kamu kentut dan kamu bisa mencium baunya, maka selamat! Kamu punya daya penciuman yang normal. Kamu tidak sedang terkena covid-19. Mungkin itu karena vaksin yang pernah disuntikkan ke lengan kamu. Hem, jadi lebih berotot juga ‘kan sekarang?
Bersyukurlah, kamu dan istri kamu tidak terkena covid-19 lagi. Jadi, kalian berdua bisa saling mengentuti, untuk selanjutnya bisa saling mengentoti, ups!
Mungkin sampai di sini, kamu berharap ada sedikit gangguan indra penciuman. Apalagi jika istri kamu habis makan jengkol dan petai.
Ah, ternyata itu simbol cinta, kok. Dari lagu yang liriknya “I just call to say I love you”, bisa berubah menjadi, “Ah, jengkol. petai, I love you”.
Kentut Mungkin Bukan Bahasa Cinta
Simbol kasih sayang dan cinta itu biasanya berbentuk barang. Biasanya, suami memberikan bunga yang indah, cincin emas berlian, kosmetik, tas, sepatu, baju, dan lain sebagainya. Mobil juga boleh, apabila istri berprofesi sebagai sopir mobil angkot.
Namun, jangan berhenti di situ. Dalam sebuah pernikahan, berhentilah menjadi terlalu sempurna atau minimal sempurna di hadapan pasangan.
Berpura-pura tetap sempurna memang melelahkan, apalagi ketika sudah berumah tangga itu sudah terlihat semuanya. Kebiasaan, sifat jelek, bahkan dengkur hingga kentut jadi terbuka begitu saja, padahal dulu ditahan mati-matian.
Kentut di depan pasangan memang bau. Namun, jika pasangan tidak marah, berarti memang tidak masalah. Hanya yang perlu dijaga adalah perasaannya.
Jika kentut kamu bau sekali, hingga membuat hidung istri kamu butuh dioperasi, maka minta maaflah. Berikanlah hadiah yang indah. Semoga dengan begitu, hubungan cinta bersama istri kamu tambah mesra.





Hahahahahahahaha kocak deh baca iniii mas 🤣🤣. Jadi kentut itu ada makna yaaa 🤭.
Jujur aja nih mas, terserah mau percaya atau ga, tapi 15 tahun menikah, sampai skr aku dan suami masih menjaga harkat martabat derajat masing2 kalau soal kentut 😂😂🤣. Kami tetep masih ‘malu’ untuk kentut terang2qn di depan pasangan walau udh sah 😂. Ntahlaah, tapi aku memang ga mau utk urusan kentut, suami sampe mendengar 🤭.
Tapiiiii, misalnya di saat salah satu dari kami tidur, dan mungkin tanpa sadar di situ kentut, itu pasti pernah lah. Cuma itukan dilakukan tanpa sadar. Bukan kami sengaja saling mengeluarkan suara dan bau paling maut 🤣. Kalau dilakukan tanpa sadar, aku ga pernah masalahin.
Bisa jadi Krn suami ku ini dari dulu memang jaga banget soal kentut, dan sendawa . Dia sendiri selalu marah kalau anak2 kentut sembarangan.pasti diksh tahu utk ga melakukan di depan orang siapapun itu. Makanya aku dari dulu sampe skr, tetep ga mau juga ngelakuin secara terbuka depan dia 😂🤭.
Wah, ini contoh yang bagus, Mbak. Masih menjaga jaim, meskipun di depan pasangan dan di dalam rumah sendiri. Soalnya ada yang merasa, ini kan di rumah, bisa bebas, termasuk kentut di depan anggota keluarga sendiri, hehe.
Yaampun. Ini kocak banget sih. Seru bacanya terkait kentut. 3 makna kentut bagi pasangan suami istri dan semua nya masuk akal memang.
Kalau saya, karena di rumah ortu sangat-sangat disiplin soal kentut. Jadi settingannya berhati-hati dalam kentut. Maksudnya nggak berani sembarangan kentut kecuali nggak tertahan banget. Itu pun sungkan, langsung minta maaf berkali-kali.
Alhamdulillah dan masyaAllah banget ya ketemu jodoh yang bisa benar-benar saling terbuka dan menerima kentut dengan “yaudahlah, wajar.” Dan jadi momen refleksi juga, kalau masih mencium kentut artinya indera penciuman normal dan aman. Nah, pas pandemi rata-rata yang kena covid-19 hilang kemampuan mencium aroma apapun emang. Rasanya aneh. Better masih bisa normal mencium aroma apapun. Banyak poin-poin bagus di tulisan ini, tersampaikan dengan ringan.
Bagus keluarganya, Mbak, kalau di rumah orang tua sangat disiplin soal kentut, sedangkan di rumah pas sama pasangan, bisa saling menerima.
Iya, he, dulu pas covid, seumur hidup, baru sekali itu hilang penciuman. Padahal, sepilek-pileknya kita, masih bisa mencium bau. Tapi, pas covid, bau jadi hilang. Jadi, percuma deh, kalau kentut bau, tidak akan tercium.
terlepas dari dampak positif dalam memaknai kentut bagi pasangan, tapi menurutku sih terkadang kurang cocok jika dalam keluarga,, hal ini karena dari aroma yang ditimbulkan dan juga kepada siapa yang dia kentuti. bisa dibayangkan pada saat sunyi atau dengan keseriusan menikmati obrolan, lalu ada suara kentut dengan nada tak beraturan bisa dibayangkan responnya, he he. tapi memang setiap keluarga tidak semuanya sama dalam memaknainya.
Betul, Kak, ada yang tidak merasa masalah, ada yang merasa jadi masalah kecil, ada yang merasa jadi masalah besar. Tinggal diukur saja berdasarkan volume dan tingkat desil bau kentutnya. Aow!
Saya dan suami saling bebaskan sifat watak dan kebiasaan
Oya, kami tidak pacaran
Menikah baru pacaran gitu deh istilahnya kali ya
Sekarang udah mau 15 tahun menikah, kentut berbunyi sesekali udah saling abai saja
Kecuali saya. Walaupun suami tidak mempermasalahkan tapi saya yang punya pegangan, kalau sopan santun terhadap suami tetap harus dipegang teguh
Karena ini menyangkut dengan keyakinan, maka anggap saja ini hanya komitmen saya sendiri
Boleh saja istri kentut berbunyi dan bau depan suami. Tidak dilarang dan tidak ada hukumnya. Hanya etika dan sopan santun istri seharusnya bagaimana, itu yang saya jaga …
Ya minimal ada rasa malu walaupun suami sudah tidak mempermasalahkan
Daku pernah denger ini urusan per-kentut-an dari pasutri Kinos-Gina, dimana Gina ini kerap kali kentut hehe, eh ternyata itu memang jadi makna istimewa ya tanpa disadari alias udah nyaman menjadi diri sendiri. Lucu juga ternyata, terbilang receh tapi malah dampaknya istimewa haha
Nah, setuju pas bagian indra penciuman berfungsi dengan baik, karena kalau kena corona dan anosmia tidak bisa mengendus bau apapun, malah bahayaa.
Kalau jaga kesopanan ya jangan gitu lah di depan suami, malu. Kalau kelewatan / keceplosan kentut ya minta maaf.
haa, sebenarnya kentut tidak akan segitu aibnya seandainya tidak meracuni pihak2 lain yang terpaksa menghirupnya baunya. Seriusan ini. Kebayang gak kalau terperangkap di lift yang areanya terbatas? Bahkan di halte busway yang lebih ada perputaran udara pun, bau dengan aroma durian aja bisa membunuh para penumpang lohhh. Seriusan iniiih…
Beda cerita ketika pasangan atau keluarga yang mengeluarkan gas inih. Namanya aja udah jadi keluarga, bagus jelek kudu diterima lah yaaa ^_^
Kalau sudah bisa buang angin di depan istri berarti sudah tidak ada batasan pribadi lagi dan ini pertanda sudah nyaman dan bisa menjadi dirinya sendiri di depan pasangan karena sudah nyaman seperti itu. Tidak perlu jaga i image dan sudah dianggap bisa menerima kelebihan dan juga kekurangan
Bener, Mas, sudah terbuka apa adanya soalnya, hehe.
Ini artikel yang awalnya bikin ketawa, tapi setelah dipikir-pikir ternyata ada benarnya juga ya mas.
Dalam hubungan suami istri, level nyaman memang kadang sudah sampai titik “hal-hal yang dulu bikin malu sekarang malah jadi bahan bercanda”.
Kentut mungkin kelihatannya sepele, tapi bisa jadi tanda bahwa pasangan sudah merasa aman untuk menjadi dirinya sendiri tanpa harus terus menjaga image.
Meski begitu, aku tetap setuju bahwa nyaman bukan berarti bebas sebebas-bebasnya. Ada tempat dan waktunya juga. Jangan mentang-mentang sudah menikah lalu semua dianggap sah dilakukan di depan pasangan. Wkwkw. Justru menurut aku bagian menariknya ada di keseimbangan antara keintiman, humor, dan tetap menghargai pasangan.
Karena rumah tangga kalau terlalu serius juga capek, tapi kalau semuanya dijadikan bahan bercanda ya bisa bahaya. Yang penting satu: kalau sudah kentut, jangan langsung nuduh pasangan dulu. Bisa jadi pelakunya justru diri sendiri. Hahaha.
Bersyukurlah orang yang bisa kentut, karena kalau ada gangguan pencernaan tu susah T.T.
Orang2 yang habis operasi yang ditunggu duluan juga biasanya adalah kentutnya yaa.
Aku ma suami juga di rumah saling kentut, kadang sahut2an wkwkw 😛
Tapi emang tentu kudu paham kapan tu kentutnya, jangan pas lagi suasana formal atau lagi ngobrol penting brut2. Kalau pas santuy2 sih gpp, malah bisa jadi bahan guyonan.
Makanya heran mengapa NikWil bilang nggak pernah kentut depan suaminya =))
Wkwk padahal bener nggak bikin keracunan juga, malah jadi kek simbol merasa nyaman dan terbuka semua.
Saya sampai sekarang masih malu sih kentut di depan suami, tapi kalau kelepasan ya mau gimana lagi hahaha… Tapi kalau sempat menjauh, biasanya saya menjauh dulu.
Ternyata kentut pun ada maknanya ya pasangan suami istri 😆
Hahaha
Lucu banget tulisan ini kak
Memang klo sudah rumah tangga, biasanya no jaim jaim club
Termasuk soal kentut saat dideket pasangan
Kadang bikin ketawa bareng kadang kesel kalau bau kentut pasangan terlalu busuk🤣🤣
Hari-hari pertama pernikahan, mungkin masih jaim buat buang gas sembarangan yaah..
Lama-lamaaaa.. uda semakin terbiasa dan jadi bukti bahwa kita semakin gak ada rahasia dengan pasangan.
Karena pasangan suami istri diibaratkan sebagai pakaian karena keduanya saling menutupi aib, melindungi, dan memberikan kenyamanan satu sama lain.
Wkwkwk tapi ini pro dan kontra ya. Pernah keluargaku ada yang bahas sampai ngotot kalau depan suami harus jaga banget soal yang seperti itu. Tapi ya balik lagi tergantung hubungan dan kesepakatan masing masing.. kocak sih tapi ini sampe ada maknanya >.<
Astaga ngomongin kentut. Gimana ceritanya itu ada kentut berdahak? Hahaha
Btw, kala seseorang sudah merasa nyaman, emang nggak akan segan untuk kentut di hadapannya sih.
Ini terasa lucu. Tapi, kentut ada maknanya bagi suami istri tuh emang di luar prediksi. Hahaha….
wkwkwk bisa-bisanya membahas soal kentut dan maknanya bagi pasangan. jujur aku kalau suami kentut itu masih suka ngomel sih tapi kadang aku juga bisa balas kentut wkwkwk.
Ini sebenarnya lucu, tapi memang fakta sih ketika pasangan sudah tidak lagi sungkan dengan hal-hal biologis seperti ini, itu menandakan dinding kepalsuan sudah runtuh dan berganti menjadi penerimaan yang tulus apa adanya. Sudah tidak ada jaim-jaim ya. Dan sebenarnya menghadapi dinamika keseharian dengan tawa memang jauh lebih menyehatkan daripada terus membebani diri dengan tuntutan harus selalu tampak sempurna di depan pendamping hidup. Kesannya kok malah seperti robot, kaku dan tidak bisa tampil apa adanya, meskipun kalau saya sendiri untuk urusan satu ini masih jaim.
Asyik juga niih pembahasannya urusan kentut,,,hehehe,,,,kalau saya sih sama suami udah terbuka banget silahkan saja mau kentut kentut mau bunyi atau enggak mau bau atau enggak bebas,,,,tapiii asal di rumah dan enggak ada orang luar hehehe, Tapi alhamdulillah so far aman-aman aja sih urusan perkentutan ini…..
Sip, Mbak, semoga makin bahagia dengan suaminya, ya!
Lucuu juga ya kalau dibahas gini, wkwkwk. Padahal aslinya kadang beda persepsi gitu. Yang satu merasa nyaman jadinya bisa bebas kentut, yang satu masih merasa gak boleh kentut depan pasangan, hahaha. Tapi ya lama2 emang karena nyaman sih, jadinya gapapa gapapa aja kentut depan pasangan gitu.
waaah.. ini udah brat brot aja ga pandang tempat kalo di rumah, wkwkwk.. ternyata bisa diartikan sebagai kenyamanan ya xD kadang kentut ini pemecah suasana juga sih.. ketika sedang hening, tiba2 ada bau2 tak sedap, langsung semua bergerak menghindar sambil lirik2 cari sumber baunya hahaaha