Pillow Talk Bukan Berarti Ngomong Sama Bantal, Melainkan Menghadapi Istri yang Sedang Gatal pada 3 Hal

Pillow Talk Bukan Berarti Ngomong Sama Bantal, Melainkan Menghadapi Istri yang Sedang Gatal pada 3 Hal

Waktu saya belum diciptakan di muka bumi ini, saya tidak tahu istilah pillow talk. Barulah pada usia dewasa ini, saya mengetahuinya, ternyata begitu toh.

Pillow talk secara bahasa memang artinya bantal dan bicara. Kalau di dalam Bahasa Inggris, yang di depan jadi belakang, yang belakang jadi depan. Jadi, pillow talk dapat diartikan bicara bantal.

Ternyata, istilah ini diperluas lagi pada kehidupan suami istri. Pillow talk mengacu pada suatu keadaan suami istri yang sudah mau tidur dan mereka berada di bantal masing-masing.

Tentunya, yang dimaksud ini adalah bantal kasur, ya! Jangan sampai ada yang berpandangan, bahwa satunya di bantal kasur, satunya di bantalan rel kereta api. Wah, mau binih duru kah?

Percakapan Intim dan Terbuka

pillow-talk-komunikasi-pasangan-suami-istri-di-atas-tempat-tidur-1

Suami istri memang sejak dari dulu selalu berada dalam satu kamar yang sama. Ketika saya kecil, saya juga pernah merasa heran, kok ibu dan bapak saya tidurnya berdua, ya? Sementara saya dan saudara-saudara saya yang semuanya laki-laki di kamar terpisah.

Setelah perkembangan zaman, padahal saat itu saya tidak banyak minum air zamzam, oh, ternyata suami istri memang harus satu kamar dan satu ranjang karena itu menjadi bukti cinta mereka.

Suami istri ibarat satu tubuh dan tidak terpisahkan. Jadi, satu kasur itu menandakan kedekatan mereka dan eratnya hubungan mereka.

Nah, termasuk hubungan yang dimaksud itu, suami istri yang berada dalam satu kamar akan lebih mudah untuk berhubungan intim. Hubungan seksual.

Ini harus didukung oleh kasur yang juga representatif. Jika kasurnya terlalu sempit, jelas akan kesulitan untuk melakukan hubungan tersebut. Apalagi yang dipakai adalah kasur di boks bayi atau malah kasur boneka Barbie. Lebih sempit lagi!

Meskipun ada kesempatan berhubungan intim dalam satu kasur dan satu kamar begitu, nyatanya, banyak kok suami istri yang tidak melakukan prosesi tersebut.

Bisa jadi, antara keduanya memang sudah capek duluan. Bisa jadi, mereka menunda terlebih dahulu. Kan ada tuh, si suaminya mau, tetapi istrinya mengatakan nanti dulu, tidur dulu. Lalu kapan? Ya, tahun depan saja, lah! Walah.

Sebelum melakukan hubungan halal dan legal suami istri itu, ada kalanya ada pembukaan. Hem, tentunya ini tidak perlu mengundang bupati setempat untuk melakukan pembukaan tersebut. Cukuplah pembukaan antara suami dan istri, cukuplah di antara mereka.

Misalnya, dengan bersentuhan tangan. Jangankan tangan, kaki juga boleh. Semuanya boleh disentuh, kok, ‘kan sudah halal.

Jadi, tidak ada batasan bagi suami istri. Aurat saja bisa saling melihat dan seterusnya, apalagi asam urat. Eh, ini apa hubungannya?

Tadi adalah pembukaan secara fisik. Ada pula pembukaan menuju ke hubungan berupa percakapan. Sebenarnya, hidup berumah tangga itu memang sebagian besar berisi obrolan, kok.

Kadang suami mengobrol, kadang juga mengobral. Apalagi kalau bukan janji kepada istrinya untuk membelikan bakso. Ini jelas nama makanan, karena ada pula nama senjata dengan nama “bakso”, yaitu: baksoka!

Ketika mengobrol tersebut, maka itulah yang dinamakan dengan pillow talk. Sambil rebahan, kepala di atas bantal empuk dan bukan berisi batu bata, mereka membincangkan banyak hal.

Bisa jadi, antara suami dan istri itu bahas tentang presiden yang suka berpidato. Atau bahas kebakaran hutan, pelestarian hutan, padahal barang pribadi kepunyaan istri alias anunya juga mirip hutan saking lebatnya.

Paling sering dibicarakan, sih, tentu saja anak-anak. Ya, kalau memang punya anak. Banyak juga, sih, sudah menikah bertahun-tahun, tetapi belum dikaruniai anak. Yang jelas, sabar dan terus sabar.

Sabar memang tidak ada batasnya. Yang ada batasnya kalau sengaja dibatasi. Sabarku cuma sampai di sini. Berarti di situlah batasnya. Bila melanggar batas, maka itu namanya pelanggaran. Wasit akan meniup peluit. Ini malah bahas apa, sih?

Pillow Talk yang Diperluas

Meskipun di judul membahas pillow talk, tetapi nyatanya bisa diperluas. Dan, diperluasnya pun menyangkut topik yang disampaikan melalui pillow talk itu.

Namun, kenapa kok di judulnya disebutkan bahwa pillow talk berkaitan dengan istri yang sedang gatal? Nah, makanya itu, akan dibahas di sini secara tuntas. Kalau tidak tuntas, berarti tunta. Soalnya kalau mau tuntas, harus pakai huruf “s”. Begitulah.

Mari kita bahas yang dimaksud istri yang sedang gatal itu waktu pillow talk.

1. Istri yang Sedang Gatal Bercerita ke Suami Karena Merasa Stres di Rumah

pillow-talk-komunikasi-pasangan-suami-istri-di-atas-tempat-tidur-2

Bagi seorang ibu rumah tangga, pekerjaan di dalam rumahnya bisa jadi memang seabrek-abrek. Apalagi jika dia mempunyai anak-anak yang masih kecil. Ini kecilnya wajar anak kecil, bukan kecil seperti semut. Kecil banget kalau itu.

Ketika dia berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, dia harus menghadapi aneka tingkah polah anak-anaknya sendiri.ย Ada yang selalu membuat mainannya berantakan, ada yang sering corat-coret di tembok, dan ada yang suka berbuat kerusakan.

Jika ibu rumah tangga tersebut sedang kosong tangki cintanya, maka emosi akan makin meledak-ledak. Menjadi-jadi. Meledak jadi. Menjadi ledak. Akhirnya, anak-anaknya sendiri malah jadi pelampiasan.

Rupanya, sasaran empuk berikutnya adalah suami. Terlebih bila memiliki suami perutnya buncit, itu lebih empuk lagi. Mulai dari kata-kata “suami gembrot” hingga “gorila berjalan” bisa saja disarangkan ke suami.

Memang, sekilas kurang ajar. Dan, terdengarnya bukan lagi kurang, malah lebih ajar. Ditambah pas waktu mau tidur, emosi istri yang menjadi ibu rumah tangga tersebut masih belum reda. Suami lagi yang jadi sasaran.

Suami, menghadapi istri yang sedang stres begitu saat pillow talk bukan langsung mengatakan, “Ya, sudah, kalau Mama capek terus, besok kita cari pembantu, ya, Ma?”

Wah, kalimat itu jelas bukan solusi! Karena selanjutnya emosi istri bisa jadi akan meledak lagi! Padahal yang dibutuhkan istri bukanlah solusi praktis macam begitu. Cukuplah suami mendengarkan dan kadang memang tidak butuh solusi.

Cukuplah suami diam saja saat istri bercerita. Dan, di sinilah mesti kepandaian seorang suami. Menghadapi istrinya memang susah-susah sulit. Bukan lagi susah-susah Bambang. Pas lagi nama suaminya Bambang.

2. Istri yang Sedang Gatal Ingin Disentuh Tubuhnya

Bagian kedua ini, memang istri sedang gatal di bagian tubuhnya. Bukan karena gigitan nyamuk, tikus, kucing, anjing, maupun harimau, melainkan karena memang ingin saja tubuhnya disentuh-sentuh oleh suami.

Punggungnya ingin dielus-elus suami, meskipun tubuhnya tidak seperti kucing yang memang suka dielus-elus itu. Mungkin pula, bahunya ingin dipijat-pijat lembut oleh suami. Bisa jadi, kaki atau tangannya.

Ada juga istri yang merasa gelisah luar biasa waktu suaminya belum pulang. Ternyata, dia gelisah dan tidak bisa tidur karena bantal tidurnya memang belum ada. Bantal tidurnya adalah dada suaminya sendiri.

Pantas, si istri tersebut masih galau, meskipun sudah mengantuk, tetapi dia masih setia menunggu suaminya pulang. Dan, suami yang begitu mestinya memang bersyukur, istrinya masih lengket terus sama dia. Menjadikan dada si suami menjadi bantal tidur karena merasakan kehangatan, ketulusan, dan keikhlasan perjuangan suaminya demi keluarga.

Yah, itu lebih baik. Istri bersandar pada dada suaminya sebelum tidur, daripada dia bersandar di dada ayam. Sungguh, itu kecil. Terlebih, dada anak ayam yang dicat warna-warni itu, sungguh dan sungguh, kalau Singgih teman saya dulu, lebih kecil lagi ukurannya.

Ketika pillow talk, lebih baik memang diletakkan HP masing-masing. Lebih bagus lagi, kalau HP tersebut dijual dulu ke pabriknya. Nanti, kalau sudah selesai semuanya, baru diambil lagi dari sana.

Soalnya begini, masih banyak ditemukan pasangan suami istri yang sudah waktunya pillow talk, tetapi masih main HP masing-masing. Scroll masing-masing. Tidak ada percakapan sama sekali, padahal si istri sudah gatal dari tadi siang.

Kalaupun memang disibukkan dengan HP masing-masing, paling tidak, chatlah di antara suami istri tersebut. Lucu juga, ya, berdekatan begitu, satu kasur, tidak saling bicara secara lisan, tetapi malah saling chat.

Komunikasi lewat chat itu memang bisa dilakukan lewat Whatsapp, Telegram, Facebook Messenger, asal jangan pakai BBM yang artinya Blackberry Messenger.

BBM kendaraan saja di SPBU antrinya panjang dan melelahkan, apalagi ditambah BBM yang sempat ngetren ini zaman dulu dan sudah ditutup tahun 2019. Ngapain mau dipakai?

3. Istri yang Sedang Gatal Minta Tambahan Uang Belanja

pillow-talk-komunikasi-pasangan-suami-istri-di-atas-tempat-tidur-3

Inilah poin ketiga yang bisa langsung membuat stres suami menjelang tidur panjangnya. Perkara uang memang menjadi topik favorit di kala pillow talk. Terlebih bila istri merasa kurang uang belanjanya, sementara suami merasa sudah mencukupi.

Bisa jadi, pada bagian ini, pillow talk malah berubah jadi saling bertengkar, berdebat, meskipun tidak sampai mengundang panelis, sih. Ngapain juga panelis dari kampus terkenal datang di situ buat nonton debat suami istri?

Untuk yang bagian ketiga ini, suami memang perlu berpikir ulang, apakah uang yang diberikan ke istri benar-benar kurang? Atau, suami menganggap istri terlalu boros? Bukankah sekarang serba efisiensi?

Istri mungkin beralasan bahwa harga-harga barang makin naik. Beras makin mahal dan nyatanya tidak bisa diproduksi sendiri. Tidak mungkin bukan menanam padi sendiri di dalam pot?

Istri juga beralasan bahwa minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, hampir semua anggota sembako disebutkan. Kalau semua anggota sembako disebutkan begitu, terus ketuanya siapa, dong?

Momen jengkel suami bisa saja muncul ketika pendapatan suami juga belum berubah. Dia mau telepon presiden minta tambahan gaji, ternyata tidak tahu nomornya. Presiden juga tidak tahu nomor si suami ini. Serba tidak tahu bukan?

Suami bisa saja balik mengeluh ke istri bahwa dia memang belum ada tambahan uang. Dia dapat mengatakan bahwa belum dibayar honornya oleh bendahara kantor.

Atau ada alasan lain, misalnya: penjualan sedang sepi. Ya, itu ‘kan memang tengah malam, pasar tempat suami berjualan memang saat itu sedang sepi banget. Yang ramai mungkin malah kalangan jin yang berjualan di sana. Ganti shift.

Terlepas dari alasan suami, semestinya suami mengatakan sesuatu yang melegakan istri. Misalnya, Insya Allah nanti akan segera dipenuhi. Pakai ungkapan “sayang” juga tidak dilarang.

Ditambah dengan mohon doanya. Jangan ditambahkan, mohon doa dan dukungannya. Ini ‘kan belum musim Pemilu. Masih lama, lah yauw!

Bila istri dikatakan sesuatu yang baik-baik seperti itu, paling tidak, batinnya akan lebih lega, lebih tenang, dan lebih sejuk.

Dia mungkin tahu suaminya sedang kesulitan, sedang terpepet, terlebih body di istri ini gemuk banget, hingga suami terhimpit di antara tembok dan badannya, apalagi kasurnya sempit. Terpepet betul ‘kan?

Tidak mudah memang menjadi suami yang pandai menenangkan istri. Yang ada biasanya suami yang lebih mementingkan ego. Padahal ‘kan dia sedang tidak naik taksi, kenapa mementingkan ego yang biasanya jalan terus angkanya itu?

Masih banyak suami yang merasa harga dirinya harus tinggi. Tidak mau merasa salah dan kalah daripada istri. Merasa istri harus terus menghormati dia. Hey, itu sedang pillow talk di atas kasur, lho, bukan sedang di lapangan upacara.

Lebih baik, suaminya yang mengalah saja, lah. Mengalah bukan berarti kalah, kok. Suami yang pandai mengelola emosi, dia juga pandai mengelola erosi. Apalagi istrinya bernama Rosi, dan ketika dipanggil temannya, jadi begini, “E, Rosi! Apa kabar?”

Manfaatkan Pillow Talk Sebelum Semuanya Terlambat

pillow-talk-komunikasi-pasangan-suami-istri-di-atas-tempat-tidur-4

Istri yang sedang gatal pada tiga keadaan di atas bisa dialami oleh siapa saja. Suami jangan langsung menyalahkan istri macam begini. Itu tidak tepat kalau tanpa berpikir panjang, langsung menyalahkan.

Hal yang lebih tepat itu adalah jika membantu istri, menyalahkan api untuk memasak, atau menyalahkan mesin cuci dengan memasukkan setumpuk pakaian kotor.

Yah, begitulah menjadi laki-laki, apalagi sudah menikah, apalagi sudah menjadi ayah. Ketika di luar kena serangan yang bisa meruntuhkan mental seketika, saat di rumah, juga tidak kalah hebat serangannya.

Bahkan, di kala tidur pun, masih juga pikirannya dibuat tak berkutik oleh istrinya sendiri. Namun, apakah dia menyerah? Apakah dia berhenti saja jadi suami? Eits, siapa suruh berhenti? Tidak ada lampu merah tertancap di dalam kamarnya situ!

Lebih baik ambil positifnya saja. Pillow talk adalah waktu terbaik bagi pasangan suami istri untuk mengobrol dari hati ke hati.

Selama sepanjang siang, mungkin tidak ada waktu khusus seperti itu. Suami mencari nafkah di luar dan istri setengah mati menjaga rumah dan mendidik anak-anak.

Manfaatkan pillow talk untuk mendengarkan curhatan istri, untuk mengatasi rasa gatalnya. Sebelum semuanya terlambat.

Maksudnya terlambat di sini adalah mau pillow talk, tetapi bantalnya tidak ada. Kan jadinya cuma talk. Jika cuma talk, maka ini malah jadi kata dalam bahasa Jawa yang artinya bedak. Tambah putih itu dipakaikan!

22 Comments

  1. Wkwkwkwkwk…
    Ngikik abis ini baca artikelnya
    Saya salah satu istri yg kalau pilow talk sama suami ya ngomongin kekurangan uang belanja
    Hihi… Minta ditambah buat beli anu
    Minta suntikan dana buat kebutuhan anu…
    Udah banyak ngomong curhat perlu bakso eh bansos eh pas dilirik pak suaminya malah udah ngorok lelap tidur duluan
    Alamat besok diulang lagi rekaman pilow talk nya…

  2. Kegatalan pasangan yang mau nggak mau harus “diapprove” dan didiskusikan selama baringan di kasur ya hahaha. Kocak tulisannya. Jadi keingat satu curhatan dari kerabat yang ia mengeluhkan jika suaminya nggak mau diajak pillow talk kayak gitu. Nah, aku sih kasih tanggapan normatif aja. “Apakah suami kamu bersedia diajak ngobrol di waktu lain.” dijawabnya, “iya, sih tapi kan pengen juga pillow talk blablabla”

    Kadang niat nurutin standar medsos jadinya bikin hubungan yang sebelumnya fine-fine aja malah jadi runyam hwhw. Jika ada pasangan yang bisa melakukan pillow talk tentu bagus, tapi jikapun nggak, tapi selama apa yang jadi urusan hubungan atau rumah tangga dapat dijalankan dengan baik, tanpa pillow talk pun sah-sah saja.

  3. Aku agak jarang pillow talk Ama suami, kalau mau membicarakan sesuatu, biasanya kami lakukan bukan saat di kamar, apalagi pas suami udh mau tidur, Krn dia tipe pelor, nempel langsung molor ๐Ÿ˜‚. Jadi drpd aku bicara sendiri Ama tembok, mendingan nunggu waktu pas saat dia sadar ๐Ÿคญ๐Ÿคญ.
    .
    Tapi bener sih, kadang istri itu curhat sebenernya bukan minta solusi. Dia tau kok solusinya apa. Tp kadang dia cuma minta didengar aja.

    Nah kalau istri yg menjadikan suaminya guling itu aku banget ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Tidak ada guling yg lebih nikmat drpd badan suami sendiri ๐Ÿคญ.

    Tapi aku menghindari sih bicara ttg uang ke suami. Soalnya masalah keuangan, sudah didelegasi 100% ke aku, termasuk untuk kartu2 bank pun aku yg pegang. Jadi adalah perbuatan sia2 kalau sampe ngeluh ke suami uangnya kurang, Krn semua udh akh kuasai ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Kalau ga cukup, berarti aku nya yg ga jago manage keuangan ๐Ÿ˜….

  4. Wah saya masih kecil Pak, ngebayangin aja dulu hehe. Dan ternyata dari artikel ini pillow talk bukan cuman ngobrol biasa ya, tapi juga cara bangun hubungan intim dari rutinitas harian yang kadang tuh bikin lelah.

  5. Pillow talk itu lebih ke istilah atau sebutan aja sih ya. Bukan ngobrol sama bantal, ekh tapi kalau yang belum punya pasangan sih ada kemungkinan beneran ngobrol sama bantal atau AI hahaha.

    Pokoknya tetap lancar komunikasi antar pasangan. Apapun yang mengganjal sebaiknya diobrolin dan nggak melulu soal cari jalan keluar. Kadang cuma melampiaskan kekesalan dan keresahan pikiran.

  6. Kadang kita lupa kalau komunikasi se-sepele ngobrol di atas kasur sebelum tidur itu dampaknya gede banget. Istri tuh seringnya nggak butuh solusi muluk-muluk, cuma mau didengerin pas lagi capek atau sekadar pengen diusap punggungnya.
    Suami juga serba salah, di luar nyari nafkah, di rumah mesti siap jadi tempat curhat. Obrolan santai kaya gini emang kunci biar hubungan tetep hangat.
    Pengingat yang pas banget buat tetep nyediain waktu pillow talk tiap malam.

  7. pillow talk ini sangat bagus dijalankan. Selain masalah jadi ada solusi, juga hubungan suami istri makin harmonis. sepele saja seharian suami istri tak bertemu, entah suami kerja, istri di rumah atau keduany kerja, pasatinya pillow talk jadi waktu yang pas sebelum menuju tidur lelap.

  8. Hoo ngomongin anak-anak itu juga termasuk pillow talk ya. Kayaknya kehidupan saya setelah punya anak kalo ngobrol sebelum tidur ya bahas kelakuan anak-anak seharian, kadang bapake yang curhat tentang kerjaan kantornya. Berhubung kami sama-sama Apoteker dan saya pernah kerja di industri farmasi juga, jadi obrolannya nyambung aja.

    Beda cerita kalau saya cerita soal kerjaan saya ngeblog atau jadi SEO VA, nggak ngerti dia. Wkwk. Terus saya tipenya sebenernya suka bikin rencana jangka panjang, sedangkan suami saya tipe go with the flow, nah itulah kami nggak pernah ngobrol atau diskusi. Jadi bahasan kami seputar anak-anak dan kantor aja. Atau kadang kalo pas anak2 tidur ya kami me time masing-masing, saya ngedrakor, dia ngedracin. Haha..

  9. Wah wah, ujung-ujungnya di poin ketiga ya Kak, alias karena butuh uang belanja wkwkwk. Meski terbilang kocak, tapi kalau dipikirkan bener juga adanya, karena bikin komunikasi terjalin.
    Bisa ja meramu kisah epik pillow talk antara suami dan istri. Ya lah ya, kudu pasangan halal, biar lebih berkah bahasan khas rumah tangga.

  10. Aku kok pengen ketawa mulu baca tulisan Mas Rizky ini. ๐Ÿ˜€
    Tapi emang pillow talk itu kan harusnya berdua ya mas, tapi bisa beneran jadi ngobrol ama guling kalau suami tercintahh lagi dinas keluar kota. huuhuhuhu.. T_T

    Tapi dari semuanya, kayaknya nomor 1 sama 3 itu paling sering deh. Hahaha.. Kalau nggak cuma pengen ngomelin sesuatu ya perkara dompet yang perlu tambah angin. Ya, namanya juga istri.. ๐Ÿ˜€

  11. Wkwkwk, aku awalnya baca judulnya juga langsung mikir, โ€œGatal apaan nih?โ€ ๐Ÿ˜‚ Ternyata setelah dibaca, tiga โ€œkegatalanโ€ yang dibahas justru dekat banget sama kehidupan rumah tangga: curhat karena capek, pengin diperhatikan, sampai urusan uang belanja.

    Yang paling relate menurut aku tuh justru bagian ketika istri sebenarnya cuma ingin didengarkan, sementara suami kadang refleksnya malah sibuk mencari solusi.

    Aku juga jadi ingat, komunikasi pasangan itu memang sering terjadi justru di waktu-waktu yang kelihatannya nggak penting. Sudah sama-sama rebahan, lampu mulai dimatikan, anak-anak sudah tidur, eh malah baru keluar cerita yang dari siang dipendam.

    Kadang obrolannya serius, kadang cuma ngomongin hal receh, tapi justru momen seperti itu yang bikin pasangan tetap merasa โ€œterhubungโ€. Dan soal HP yang masih dipegang masing-masing itu… nah, ini kayaknya bukan cuma masalah rumah tangga orang lain. ๐Ÿ˜‚ Bisa jadi pillow talk zaman sekarang memang harus diawali dengan ritual: HP ditaruh dulu, baru suami siap-siap menghadapi โ€œtiga kegatalanโ€ malam itu. Wkwk.

  12. Aduh iya banget nih nomor 1 sama 3 paling sering gatal. Pengen buru-buru ngajak si bebeb ke kasur. Kalo di ruangan lain, apalagi saat ada anak-anak, agak susah bicarainnya. Tapi kalo di kasur, gampang. Tinggal melas-melas dan pake jurus andalan. Hahahaha. Untuk yang nomor 2, juga penting. Tapi gak semenggebu-gebu saat muda. Udah usia 45+ mah lebih kalem. ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

  13. Hahahaha, saya juga awalnya ngira pillow talk itu ngomong ama bantal mas. Ternyata oh ternyata, secara meaning bukan gitu yaa.. melainkan, lebih ke obrolan di kasur bersama pasangan (halal).

    Awal-awal pernikahan, masih sering banget nih begini. Tapi seiring waktu, kok daku pun merasakan bahwa daku makin jarang yaaa ngobrol2 di kasur.
    Pertama, biasanya saya tidur tuh emang malem banget. Ngejar banyak kerjaaan, yang akhirnya pas saya udah sampe kasur, eeeh istri udah tidur duluan.
    Kedua, kadang pas momennya pas nih ya. Sayanya yang udah terlanjur capek. Diajak ngobrol, bukannya nimpalin.. malah ngang ngeng ngong, trus gak berapa lama tidur, hahahaha.
    Dan ketiga, udah ada bocil nyempiiiiiiil.. jadi susah sekarang tuh. Bermesraan dikit aja, udha ada yang cemburu. jiaaaah

  14. Beneran fresh banget cara penyampaiannyaa..
    Aku sampai ngakaakk.. kwkkw.. memang bener kontennya orang-orang di IG itu yaa.. kalau apa yang di otak istri, pasti gakkan sama dengan isi otak suami.
    Kalo istri yang dipikirin a-z, suami yang dipikirin murni apa yang sedang dihadapi saat ini.

    Kereen ini..
    Membiarkan istri ngomel-ngomel pengantar tidur alias pillow talk.

    Aku juga gini sii..
    Gak cuma di pillow doank talk aku maah.. kalo bisa aku kintilin dari dateng, makan, sampai ke penghujung aktivitas yakni bobok. Hahhaha.. bukan hanya menyalurkan 20 ribu kata aja siih.. tapi lebih ke aku juga seneng ada temen makan, temen ngobrol, temen becanda, temen usil. Karena anak-anak uda pada pesantren pan yaa…

  15. Wkwk anakku juga nanya, kok dia tidur sendiri nggak bisa sama bunda. Aku jawab karena sekarang kamu udah gedhe. Trus nanya kenapa ayah tidurnya sama bunda kan dah gedhe? wkwk khas gen Alpha.
    Jujur aku pillow talk tuh nggak pernah sebelum tidur, soalnya kadang waktu tidurnya nggak sama =)) Kadang juga karena dah capek ya, langsung aja bobo dah. Suamiku ritualnya sebelum bobo belajar duolinggo, nah bener sambil elus2 punggung istrinya kek kucing =))
    Pillow talk-nya tu malah pas setelah subuhan tu biasanya leyeh2 dulu =))
    Soalnya kalau pagi abis subuhan tu pikiran udah mayan fresh gitu buat mencerna keluh kesah dan isu2 =))

  16. Hahaha… Ada-ada aja isi artikelnya. Sampai bingung mau ngomenin apa. Pengin dikomen semua tuh celetukan lucunya ๐Ÿ˜

    Pillow talk emang penting buat menjaga keharmonisan rumah tangga. Suami istri tuh harus banyak ngobrol santai biar makin kuat bondingnya. Asyik banget ngobrol sebelum tidur kaya gitu.

  17. Hal yang keliahatannya sederhanaya tapi bisa berefek jangka panjang di pernikahan sih. Suami istri memang perlu banget pillow talk. Menurutku nggak mesti dilakukan sebelum tidur juga. Pokoknya tiap ada kesempatan ya bisa dilakukan walaupun tanpa bantal. ๐Ÿ˜€ Yang penting pokoknya ngobrol yaa hehe..

  18. sebenarnya ada banyak hal yang bisa dibicarakan dari pillow talk ini mulai dari urusan rumah tangga bahkan sampai politik. tapi kadang pillow talk juga bisa berujung ke hal yagn lain. hihihi

  19. Wkwkwk judulnya aja sudah bikin penasaran ๐Ÿ˜‚ Ternyata pillow talk bukan cuma ngobrol manis sebelum tidur, tapi bisa jadi momen penting buat memahami istri. Menarik nih, ternyata komunikasi sama pasangan memang perlu tahu timing dan cara menyampaikannya juga.

  20. auto ngakak baca talk putih kok bisa nyambungnya jadi talk putih padahak pillow talk, apalagi senjata baksoka wkwkwk
    sebenarnya balik lagi ke kenyaman masing-masing pasangan sih mau emmanfaatkan pillow talk atau kencan berdua aja entah ngebakso atau ngejus atau di rumah aja sambil ngeteh, intinya komunikasi
    ga cuma sekedar sudah makan, nanti pulang jam berapa
    namanya rumah tangga kan ya, ada aja yang harus dibicarakan, ga harus sih tapi perlu supaya ga hilang arah, makanya menikah kan separuh dari iman, ibadah seumur hidup

  21. Ternyata pillow talk bukan cuma ngobrol sebelum tidur ya, tapi bisa jadi momen penting buat suami istri saling cerita, didengarkan, sampai memahami kebutuhan satu sama lain. Part istri sebenarnya nggak butuh solusi, cuma butuh didengarkan dulu tuh bener banget sih. Tiga โ€œgatalโ€ yang dibahas juga lucu-lucu, tapi sebenarnya cukup relate dengan kehidupan pasangan sehari-hari. Mau juga deh pillow talk gini tapi belum ada suaminya wkwk.๐Ÿ˜‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *