Dalam kehidupan suami istri, masing-masing memang ada tugasnya. Masing-masing punya peran dan tanggung jawab. Kalau ada tanggung jawab, siapa nih yang tanggung tanya?
Ketika di dalam rumah, suami dan istri sering sekali bertemu. Selama bertahun-tahun, ketemunya memang itu-itu saja.
Mungkin ada rasa bosan, jenuh, tetapi masa mau langsung ganti begitu saja? Ini ‘kan bukan sedang bermain bola yang bisa langsung ganti pemain, seperti Indonesia melawan negeri Konoha. Eh.
Bertahun-tahun dalam satu rumah, mungkin ada senangnya, ada juga tidak senangnya. Jelas ada konflik di dalamnya dan itu wajar.
Rumah tangga ibarat kapal besar yang berlayar di lautan. Ada kalanya mengalami laut yang tenang, ada kalanya mengalami badai yang dahsyat. Bukankah nenek moyang kita seorang pelaut? Kalau nenek Mayang, entah pelaut atau tidak.
Tugas Berat dan Tugas yang Ringan
Sesuai dengan kemampuannya, ada tugas yang terhitung berat, ada pula yang termasuk ringan. Tugas yang membutuhkan kemampuan fisik lebih kuat, biasanya ada di pihak suami.
Contohnya: angkat galon berisi air untuk dimasukkan di atas dispenser. Mengangkat lemari untuk berpindah dari kamar tidur ke ruang tengah.
Termasuk pekerjaan yang terhitung ringan, tetapi diberat-beratkan oleh istri adalah memasang tabung gas. Suami yang menjadi lapis pertama dalam urusan ini.
Bisa jadi alasannya adalah karena tabung gas itu berwarna hijau, dan warna hijau itu identik dengan Hulk, dan Hulk itu sosok laki-laki. Ada benarnya juga, sih. Tapi ‘kan Hulk tidak pernah diminta pasang tabung gas oleh istrinya!
Baca Juga: Stasiun yang Sama: Ada Kereta yang Membawamu ke Waktu yang Salah
Dalam tulisan ini, tugas memang akan dif0kuskan kepada seorang istri. Tugas ini bukan sembarang tugas, karena dari tugas ini memang bisa membuat suami jadi lebih sabar. Atau dalam keadaan lain, suami yang sabar bisa menghadapi tugas istri yang satu ini.
Tugas yang tidak perlu langsung diemban dari presiden yang selalu mendapat laporan dari anak buahnya itu. Padahal, yang juga harus menerima laporan itu adalah Ketua RT. Laporan ke beliau, tamu menginap lebih dari 3 x 24 jam, sama dengan berapa jam hayo?
Tugas Istri yang Membuat Suami Jadi Lebih Sabar

Sudah kodratnya suami memang harus sabar. Bukankah sabar itu diawali dengan huruf “s”? Bukankah suami itu juga diawali dengan huruf “s”? Jadi, sama saja bukan?
Tugas istri di sini lebih cocok memang pakai tanda petik. Jangan juga sambil memetik bunga. Cukupkah dikatakan sebagai tugas yang diberi tanda petik menjadi “tugas” karena berasal dari kebiasaan sehari-sehari seorang istri.
Kebiasaan yang terus dibiasakan lama-lama akan menjadi makin biasa. Makanya, kebiasaan ini menjadi suatu “tugas” saking seringnya dilakukan oleh seorang istri. Yap, mari kita mulai apa saja tugas tersebut?
1. Marah-marah Alias Mengomel ke Suami
Ini tugas pertama seorang istri kepada suami yang penyabar atau suami yang berusaha untuk sabar. Marah-marah atau mengomel sepertinya di mana-mana memang ada. Tidak hanya di Indonesia, tidak hanya di Konoha, tidak hanya di Wakanda.
Kenapa sih bisa seorang istri itu mengomel terus ke suami? Oh, ternyata alasannya banyak. Memang ada kesalahan suami, tetapi jangan salah, sebenarnya suaminya tidak salah apa-apa, tetapi istri maunya mengomel saja.
Bisa karena istri tersebut menonton drama Korea yang endingnya tidak sesuai harapannya. Bisa karena harga cabai yang naik di penjual sayur keliling, tetapi level pedasnya kok sama saja?
Bisa pula karena istri baru saja menonton pidato presiden dan ternyata bikin muntah. Rupanya, pidato presiden di Planet Mars sana yang bikin muntah. Bahasanya tidak jelas dan cenderung memuji-muji dirinya sendiri.
Baca Juga: Rekaman yang Salah: Terkadang yang Paling Menakutkan adalah Suara di Kepalamu Sendiri
Jadi, kalau ada istri mengomel ke suami, belum tentu suaminya ada salah. Mungkin pernah bikin salah dan sudah minta maaf seribu kali, tetapi mengomelnya masih saja. Seakan-akan kesalahan tersebut tidak akan terhapus hingga hari kiamat.
Dan, suami, sekali lagi suami, menghadapi istri yang setiap hari mengomel begitu, harus sabar, dong! Apalagi ini ‘kan memang tugasnya istri. Ya ‘kan? Kalau tidak sabar, berarti udin dong? Kan sabar dan udin jadi satu nama orang.
2. Terus Meminta Uang
Berapa sih batasan uang belanja yang cukup bagi seorang istri? Bisa jadi, memang tidak ada batasannya. Istri yang sudah dijatah uang belanja, mungkin saja tiba-tiba belanja suatu barang yang dikiranya lucu dan tampak menggemaskan.
Makanya, suami, apalagi yang sudah menjadi ayah, sering sekali memendam keinginan pribadinya untuk belanja, karena itu tadi, jaga-jaga ketika istrinya membeli sesuatu.
Terlebih jika yang dibeli istri pakai COD. Paket tiba-tiba datang di rumah tanpa konfirmasi dulu ke suami, maka suamilah yang harus membayarnya dan tidak usah banyak protes, apalagi sampai demonstrasi mengerahkan massa.
Cukuplah itu dianggap sebagai sedekah. Bukankah makin banyak membayar belanjaan istri, makin banyak sedekahnya bukan?
Meskipun demikian, sudah dikasih uang belanja, ditambah lagi membayar belanjaannya tiba-tiba, ada kalanya si suami tetap dimarahi oleh istrinya yang masih terus meminta uang.
Wah, ini harus dijawab dengan hati-hati! Bila memang sedang kondisi pas-pasan, maka sampaikan saja dengan penuh kelembutan. Hindari emosi yang berlebihan, apalagi emosi yang negatif.
Jangan juga sambil membentak istri. Bila memang harus membentak istri, maka bentaklah seperti ini, “Dasar kamu wanita cantik!”
Hal itu tentu saja hanya bisa dilakukan oleh suami yang sabar. Atau karena tugas istri di nomor dua ini membuat suami jadi makin sabar.
3. Menolak Berhubungan Intim
Ini mungkin tugas istri yang paling menyayat hati seorang suami. Selalu menolak untuk diajak berhubungan intim dengan berbagai alasan. Kalau memang begini keadaannya, suami tetap harus sabar dan mencari tahu apa penyebabnya.
Mungkin saja si istri sudah tidak betah dengan bau mulut suaminya yang perokok. Apalagi sudah lama ganti merek karena beralih ke yang lebih murah, ternyata malah baunya bikin istri marah.
Bisa pula karena istri sedang tidak mood. Bisa karena menonton film Korea yang endingnya tidak sesuai yang diharapkan. Makanya, bagi para sutradara film Korea, tolong diperhatikan yang satu ini, ya! Endingnya harus sesuai dengan kemauan para istri di Indonesia.
Memang ada haditsnya yang mencela seorang istri saat menolak berhubungan intim dari suaminya. Istri tersebut akan dilaknat oleh malaikat sampai pagi.
Namun, hadits tersebut juga perlu ditempatkan dengan benar. Penyebab sebenarnya istri menolak terus itu apa? Malah itu jadi tugasnya sehari-hari menolak ajakan suami, ini karena apa?
Apakah karena istri tersebut tidak mendapatkan jatah jadi komisaris? Ataukah karena dia belum pernah ke Perancis bersama rombongan presiden? Ataukah karena IHSG turun drastis?
Suami yang cerdas dan sabar perlu menggali ini lebih dalam. Jangan sampai tugas yang ini terus dijalankan oleh istri dan secara harafiah, menyiksa batin suami diam-diam.
Menjadi Suami Sabar Memang Tidak Ada Ruginya

Kebiasaan istri sehari-hari hingga terasa jadi tugas rutinnya memang harus disikapi dewasa oleh seorang suami. Bagaimanapun, ‘kan si suami itu sendiri yang memilih istri model tersebut.
Katanya, jika mencintai bumi, maka cintai langitnya juga. Kalau sudah mencintai langit, pasti ada petirnya, ada gunturnya, ada guruhnya, dan Guruh ini juga ternyata teman saya.
Bila si suami tidak sabar, nah, ini yang akan jadi malapetaka. Rumah tangga tersebut bisa langsung bubar dan runtuh. Jika sudah begitu, siapa yang paling dikorbankan? Ya, jelas anak-anak bila memang memilikinya.
Jadi, saat tiga tugas istri di atas muncul di rumah, maka suami perlu mengelus dada. Boleh dada yang sebelah kanan, boleh juga ditambah yang sebelah kiri.
Habis itu, sentuh pula dada sang istri. Dia akan kaget, ternyata tipsnya dari ayahngopi.com ini bisa masuk ke relung hatinya juga.
Mari diingat bagi para suami, kesabaran itu memang tidak batasnya. Kalau pun ada batasnya kesabarannya, cuma dua, yaitu: huruf k dan huruf n.




