Ketika kerja, saya meminjam komputer yang sering dipakai teman. Komputer itu rupanya ada layarnya juga. Bentuknya PC. Dan, saat membukanya, saya menemukan sesuatu yang luar biasa.
Bukan film yang aneh-aneh atau yang katanya pemersatu bangsa itu. Padahal, kalau film pemersatu bangsa mah film dokumenter tentang perjuangan bangsa ini melawan penjajah. Ya ‘kan? Memangnya apa selain itu?
Saat komputer tersebut saya nyalakan dan saya masuk ke YouTube, ternyata video-video yang muncul seputar mukbang. Yap, benar, seputar makan makanan dalam jumlah jumbo alias besar. Ini bukan jumbo, istilah orang yang belum menikah itu.
Saya pun ikut menontonnya. Ada Tanboykun yang sudah terkenal dengan mukbang porsi belasan orang atau dengan makanan super pedas, yang bisa bikin lambung satu RT menjerit.
Ada pula Aldo Wijaya, yang dulunya binaragawan, sekarang juga menjadi YouTuber spesialis pelahap makanan raksasa.
Jadi Ikut Lapar
Menonton dua aksi YouTuber itu, saya malah jadi ikut lapar. Ikut menelan ludah juga. Namun, saya jadi ingat, bahwa kemampuan perut saya tidak seperti mereka yang tidak kenyang-kenyang.
Tanboykun makan mie instan yang lauknya telur dalam durasi yang cepat. Tidak banyak dikunyah, hampir langsung telan saja. Dalam sekejap, 6 mangkuk tandas isinya.
Begitu pula Aldo yang baru saja makan nasi padang 5 porsi, ditantang temannya untuk makan di restoran All You Can Eat. Menunya daging lagi dan mengambil berpiring-piring porsi di dalam kulkas.
Katanya sih, sampai capek mengunyah karena menunya daging. Sementara mata saya pun jadi ikut kenyang, padahal mata ini tidak pernah dipakai untuk mengunyah sesuatu.
Ternyata, konten mukbang itu memang cukup favorit di YouTube. Yang menonton, sama seperti saya, tidak bisa menirunya. Cuma bisa komentar, like, subscribe, atau ikut memberi tantangan.
Aldo Wijaya sering mengatakan dalam videonya untuk membangkrutkan restoran All You Can Eat. Namun, mana bisa bangkrut, stoknya masih banyak kok. Daging sapi ‘kan masih banyak di Indonesia, apa sapinya mau dimakan semua sama Aldo?
Pada sisi yang lain, YouTuber mukbang memang harus banyak bersyukur karena bisa makan sebanyak itu. Sedangkan masih banyak orang yang tidak bisa makan. Mereka lapar, tidak tahu besok bisa makan apa tidak?
Rata-rata dari kita, besok makan apa, ya? Memang perbandingan yang berbeda untuk tingkat ekonomi berbeda. Bahkan, antara Mas Eko dan Mbak Nomi tentunya bukan?
Bahas 3 Definisi Mukbang Bagi Istri
Dalam tulisan ini, juga akan dibahass mukbang, tetapi malah tidak selalu berkaitan dengan makanan. Dan, fokusnya justru ke kehidupan para istri. Tentu saja, bukan para istri saya, karena istri saya memang cuma satu.
Apa saja mukbang yang dimaksud untuk istri itu? Oleh karena ini website, maka subjudul berikutnya akan ditulis di bawah ini dan diberikan warna biru, ya! Kenapa warna biru adalah warna langit. Kalau langit, semoga cepat sembuh.
1. Mukbang yang Berarti Gemuk Banget

Jenis atau definisi mukbang yang pertama untuk istri adalah gemuk banget. Yap, kondisi ini memang banyak dialami oleh para istri yang sudah menikah.
Salah satunya adalah teman saya. Pengakuannya jujur di depan saya, padahal waktu itu dia tidak sedang makan jujur kacang ijo.
Katanya, waktu istrinya masih gadis terlihat langsing dan ideal. Sama sekali tidak terlihat ada tanda-tanda zaman bahwa dia akan menjadi gemuk. Jempolnya yang sudah gemuk pun biasa. Letaknya juga di situ, sama dengan yang lain.
Namun, setelah menikah, rupanya jadi melar. Malah, dia mengatakan sendiri bahwa istrinya “makin bengkak”. Rupanya, baru diketahui bahwa dia memang ada bakat keturunan menjadi gemuk.
Nah, ini sama dengan teman SD saya. Ketika masih SD dan waktu itu belum kuliah, teman saya ini memang gemuk. Ternyata, ayah dan ibunya juga gemuk. Sampai sekarang, teman saya masih setia dengan gemuknya. Tidak berpindah ke lain hati.
Jika istri kamu sekarang termasuk mukbang alias gemuk banget, maka tetap harus disyukuri. Soalnya, ada yang mengatakan bahwa istri yang gemuk setelah menikah itu pertanda dia hidup bahagia bersama suaminya.
Coba dipikir saja, dia gemuk pastilah karena banyak makan. Orang yang banyak makan, biasanya ‘kan tidak terlalu terpikir sesuatu. Pokoknya makan saja.
Istri yang mukbang ini bisa seperti itu mungkin karena sering makan bareng suaminya. Makan bersama orang yang dicintai membuat nafsu jadi lebih meningkat. Nafsu makan, ouy, bukan nafsu yang itu.
Terlebih, suaminya punya penghasilan yang halal. Makin membuat jadi lebih berkah deh. Dari berkah, akhirnya badan jadi merekah. Hingga si istri lemaknya makin berbuah.
Apakah suami perlu menyesal punya istri yang gemuk banget? Oh, jangan dulu. Jangan selalu dibandingkan dengan model cantik atau artis papan atas macam Dian Sastro.
Istri yang gemuk banget memang bukanlah artis papan atas, tetapi paling tidak, ketika dia menginjak papan, langsung pecah papannya. Eits!
Punya istri yang gemuk banget membuat suami bisa tidur lebih nyenyak, apalagi jika dia tidak memiliki springbed. Cukuplah istri yang memanjakan tidur bagi suami, karena lebih empuk, nyaman, dan tentunya masih hidup.
2. Mukbang yang Diartikan Muka Tumbang

Tumbang biasanya terkait dengan pohon. Mungkin, pohon yang sudah sangat besar dan berusia belasan hingga puluhan tahun, harus tumbang ke tanah. Bisa karena memang ditebang, atau pohonnya sendiri memang maunya tumbang.
Kalau sudah tumbang, seringnya butuh istirahat. Ini kalau manusia. Tumbang bisa dikatakan sakit, hampir pingsan, atau memang karena kelelahan saja.
Bagaimana dengan istri yang mukbang di tipe kedua ini? Nah, ini menarik karena sebagaimana banyak orang tahu, banyak pula para suami atau ayah tahu, bahwa pekerjaan seorang istri itu cukup luar biasa banyak.
Sejak suaminya belum bangun, si istri sudah bangun terlebih dahulu. Mungkin dia langsung memasak air panas, lalu menyiramkan ke suaminya yang malas bangun. Waduh, ngeri banget!
Maksudnya, masak air panas, mungkin mau bikin kopi hitam untuk suaminya atau membuat susu untuk anak-anaknya.
Selain itu, mempersiapkan sarapan pagi. Mencuci juga termasuk di sini. Ya, mencuci baju, mencuci piring, tidak lupa jelas mencuci muka! Sepagi itu, pekerjaan sudah seabrek-abrek, sementara suaminya masih dibuai mimpi bertemu bidadari.
Saya pernah mengalami kejadian yang kurang mengenakkan. Ibu saya yang terbiasa banyak pekerjaan di rumah, pagi itu tumbang di depan pintu kamar saya. Terlalu banyak pekerjaannya, ditambah terlalu lelah, betul-betul tumbang.
Bapak saya bertindak cepat. Ibu diistirahatkan di tempat tidur. Bapak dan termasuk saya serta kakak, mengambil alih pekerjaan rumah tangga sementara.
Waktu itu, adik saya yang bungsu, satu-satunya anak perempuan, masih kecil. Dia menangis sebelum ibu saya tumbang. Dia minta sesuatu yang waktu itu ibu saya sedang sangat repot.
Sampai sekarang saya masih teringat dengan kejadian itu. Bahwa perempuan memang mempunyai tugas yang berat dan banyak di rumah. Suaminya bekerja di luar rumah, mencari nafkah, jadi otomatis, tidak ada yang membantu istrinya.
Anak-anak sekolah. Si istri sendirian di rumah. Bertemankan tivi kalau zaman dahulu. Bertemankan HP kalau sekarang. Dia menunggu suaminya pulang. Menjelang pulang, dia siapkan teh atau kopi hangat, plus sajian makanan.
Waktu suaminya pulang, eh, si suami malah sibuk main HP. Padahal istrinya sudah mau bercerita banyak, tetapi suaminya tidak terlalu merespons. Di situlah, mulai ada tanda-tanda tumbang.
Si istri merasa tidak terlalu diperhatikan. Mulai merasa tidak dipedulikan. Suami mulai cuek. Padahal suami yang cuek, lebih baik lempar saja cobek. Ini, sih, memang ekstrim. Kalau bukan ekstrim coklat, ya, ekstrim vanilla.
Agar istri tidak sampai mukbang atau muka tumbang ini, maka suami wajib membantu pekerjaan rumah tangga. Tidak perlu gengsi, lah. Toh, ini ‘kan pekerjaan bersama dalam rumah.
Masa, yang begitu saja, dalam kondisi rumah yang kecil dan penghasilan pas-pasan, harus panggil pembantu. Yang dipanggil pembantu rektor lagi. Tambah berat.
3. Mukbang yang Artinya Ngamuk ke Abang

Mukbang yang ketiga ini, menurut saya memang paling mengerikan. Sebab, efeknya bisa lebih hebat daripada perang Rusia melawan Ukraina. Alat-alat rumah tangga bisa dijadikan senjata, padahal harganya tidak seberapa.
Istri yang mengamuk ke suaminya dan suaminya sering dipanggil “abang” bisa dilihat dari tingkah lakunya. Mulai dari yang paling halus, istri yang menutup pintu kamar dan lemari dengan nada yang tidak biasa.
Atau, kondisi lainnya, malah tidak ada suaranya. Istri terdiam seribu bahasa. Hem, saya malas menyebutkan seribu bahasa itu bahasa apa saja, kamu saja deh yang tulis dan cari, ya!
Mukbang ketiga ini mungkin bukan cuma satu penyebab, melainkan akumulasi dari berbagai faktor. Kelelahan itu tadi, jengkel sama suaminya yang tidak mau membantu, suami yang sempat bicara tentang poligami, dan lain sebagainya.
Masing-masing rumah tangga tentu punya penyebab berbeda. Dan, penyebab di sini bukanlah penyebab rasa, macam Ajinomoto. Lebih tepatnya Ajinomata. Suaminya bernama Aji, tidak punya mata bahwa istrinya sedang kesal banget.
Saat istri dalam kondisi mukbang jenis ketiga ini, sayang sekali, suami sering berada di lokasi yang salah. Suami yang berada di daerah rawan bencana. Apalagi kalau bukan ngamuknya istri ini dianggap bencana nasional dalam rumah itu?
Menghadapi 3 Jenis Mukbang IstriΒ
Bagaimana seorang ayah atau suami menghadapi mukbang istri dalam tiga jenis itu? Solusinya sebenarnya sederhana dan mudah. Satu kata, yaitu: mendengarkan.
Yap, suami harus mendengarkan istri. Ini harus diingat, bukan sekadar mendengar, melainkan mendengarkan, pakai akhiran “kan”.
Suami harus benar-benar menghadirkan kedua telinganya saat di depan istrinya. Kalau sempat terlepas tadi daun telinga, harus dipasang lagi. Kan banyak tersedia lem korea toh?
Istri yang sedang lelah, capek, jiwanya terlalu penuh, dan butuh pelampiasan perasaan, terkadang tidak membutuhkan suami yang langsung memberikan solusi.
Istri yang mengaku capek, tidak butuh suami yang mengatakan, “Ya, sudah, besok kita cari pembantu”.
Atau dalam bahasa lain, “Ya, sudah, nanti Ayah carikan istri baru yang bisa membantu Bunda, ya!” Wah, ini kalimat betul-betul butuh rudal Rusia, nih!
Bagi seorang istri, dia akan sangat senang, selain suaminya mendengarkan, juga kalimat, “Ya, sudah, sini Ayah bantu!”
Jangan mengatakan, “Kan sudah saya bilang kemarin, makanya…” Hem, saya tidak tega untuk mengatakan kalimat berikutnya.
3 jenis mukbang bagi istri itu memang bisa muncul dalam kehidupan rumah tangga siapapun. Yang jelas, ini menjadi tantangan bagi para suami atau para ayah.
Menghadapi perempuan itu memang unik, kok. Seperti yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, perempuan itu seperti tulang rusuk. Jika diluruskan, akan patah, jika dibiarkan, akan tetap bengkok. Dan, kita, para laki-laki, para suami, para ayah, harus terus bersabar menghadapi kaum yang seperti itu. Setuju?





Segeeeer mata baca tulisan mu mas ππ. Lucunya ada, tp nilai pelajaran nya juga ada.
Kalau liat video mukbang,aku udh jarang skr. Dulu sukaaaa, liat doang. Kalau ngikutin bisa muntah π€£π . Coba liat juga video cewe jepang Yuki kinoshita mas, itu katanya aiiiih, kora jepang yg nulis, dia punya kelainan lambung, sehinggamakan sebanyak apapun ga merasa kenyang. Ngeriiiii π π .
Trakhir aku liat video dia mukbang nasi dengan telur mentah jepang 50 butir. Tambahin topping lain pula.baru sampe suapan telur ke 3, aku udh blenek ππ.
Naah kalau 3 jenis mukbang di istri,serem semua yaaa π π π . Apalagi yg ke 3.tp setujuuuuu, suami itu udah dengerin aja deeeeh kalau istrinya mau cerita. Kami tuh ga butuh solusi,cuma butuh didengerin. Dengerinnya yg bener, jangan sambil main hp π
Aku cuma baru lihat dua itu, Mbak, Tanboykun sama Aldo Wijaya. Pernah juga, sih, nonton perempuan sekali makan telur satu nampan bulat. Tapi nggak tahu namanya, dia juga nggak tahu namaku.
Heran, sih, orang pada mukbang begitu, nggak peduli sama kesehatannya, ya? Hanya demi konten dan cari duit, tapi tidak mikir kesehatan yang lebih berharga daripada duit.
Tapi, ya, sudahlah, macam-macam orang cari duit.