Jalan Raya adalah Jalan Meraih Kekayaan, Inilah 3 Bentuknya

Jalan Raya adalah Jalan Meraih Kekayaan, Inilah 3 Bentuknya

Tiap hari, kita berkutat dengan jalan raya. Jalan ini adalah fasilitas umum, jadi semua boleh lewat, boleh pakai, dan bahkan juga bisa meludah di situ bagi sebagian orang. Menandai ke orang lain bahwa mereka pernah lewat. Pamer air liur, nih, ceritanya?

Aneka profesi memanfaatkan jalan raya ini. Ada pekerja kantoran, berangkat pagi, pulang sore atau malam pas sedang lembur. Padahal waktu malam adalah mulai jam kerjanya kuntilanak, tuyul, dan sundel bolong. Meskipun namanya sundel bolong, tetapi tidak pernah terlihat di siang bolong.

Profesi yang paling kelihatan di jalan raya ini adalah ojol, baik pakai motor maupun mobil. Sudah tidak terhitung banyaknya saya pakai jasa ojol ini. Baik untuk mengantar saya sendiri, maupun mengantar makanan dan minuman. Sedangkan untuk buku kuliahan misalnya Pengantar Ilmu Politik, sepertinya tidak perlu pakai ojol, deh!

Kalau di Bombana, memang tidak ada ojol, yang ada cuma tukang ojek biasa. Ketika naik dan sudah sampai di tujuan, misalnya tarifnya 15 ribu, maka semestinya bayar 7.500 saja. Alasannya, karena si driver ojol ikut naik, jadi dibagi berdua!

Kenapa Bisa Dikatakan Jalan Raya Bisa Meraih Kekayaan?

Mungkin ketika membaca judul tulisan ini, kamu merasa herman, padahal nama kamu memang Herman. Kamu merasa heran maksudnya. Kamu merasa bingung, ini artinya apa? Kalau dikatakan kaya, berarti banyak uang, dong!

Nah, inilah persepsi yang sering melekat di kepala masyarakat kita. Coba, berapa banyak lem dibutuhkan untuk melekatkan persepsi itu?

Definisi kaya adalah orang yang berduit, punya harta banyak, berlimpah, rumahnya megah, istrinya berpenampilan menor, mobilnya mahal. Padahal, apa sih bedanya dengan mobil angkot? Sama-sama bannya ada empat ‘kan?

Ketika sebagian besar masyarakat kita tidak seperti itu, maka menjadi orang kaya itu terhitung barang langka. Tidak semua orang bisa menjadi kaya. Justru masih banyak yang miskin dan berada di bawah garis kemiskinan.

Kalaupun nanti ada peningkatan, paling tidak yang tadinya di bawah garis kemiskinan, menjadi pas di garis kemiskinan! Ya, begitulah.

Menjadi orang kaya memang impian banyak orang, termasuk saya sendiri. Rasanya memang enak itu memiliki banyak harta, banyak duit. Bisa membeli apa saja. Tanpa harus melihat daftar harga, tanpa harus khawatir isi rekening berkurang.

Namun, biasanya semua itu adalah mimpi di siang bolong. Tukang tambal ban yang sudah bersertifikasi dan sudah menangani 1.000 lubang pun tidak mampu kok menambal siang bolong itu.

Jadi, ini kaya yang bagaimana? Kalau memang bukan kaya harta yang dimaksud, lalu yang seperti apa? Nah, mari coba kita simak dengan baik-baik. Staytune di tulisan ini, ya! Wuih, staytune, kayak penyiar radio saja! Ini jelas radio komersil, bukan penyiar radiologi. Beda.

3 Bentuk Kekayaan Saat di Jalan Raya

1. Kekayaan Zikir

zikir-saat-berada-di-jalan-raya

Setiap dari kita menempuh jarak yang berbeda dari rumah ke tempat kerja. Ada yang perjalanannya cuma 5 menit, tetapi ada juga yang 50 menit.

Ada yang cuma jalan kaki, ada yang naik motor, mobil, bus umum, kereta api macam KRL, tetapi tidak ada yang pernah saya lihat pakai sapu terbang ala Harry Potter atau karpet terbang ala Aladdin. Ngomong-ngomong, itu karpetnya pernah dilaundry kah?

Nah, menatap jalan lurus dalam perjalanan tersebut dan berada di jalan raya, sangat sedikit orang yang memanfaatkannya untuk berzikir. Biasanya, mereka melalui jalan raya tersebut dengan pikiran yang campur aduk.

Sebagian memikirkan cicilannya. Sebagian lagi memikirkan istri dan anak-anaknya. Sebagian lagi memikirkan negara. Jadi, sebenarnya, pikirannya lebih banyak ke arah dunia saja, sih.

Padahal, jauhnya perjalanan di jalan raya tersebut sangat bisa dimanfaatkan untuk berzikir. Meskipun kita sedang tidak berwudu, tetap bisa kok berzikir. Apa mau bawa ember berisi air dan ditaruh di atas motor agar nanti bisa tetap berwudu?

Zikir yang dapat dilakukan dalam perjalanan tersebut sangat banyak. Kita bisa baca istighfar, tasbih, doa untuk kebaikan dunia dan akhirat, ah, sangat banyak deh zikir dalam Islam.

Dan, zikir ini harus dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ya! Jangan sampai karena ingin kreatif dalam berzikir, lalu bikin sendiri. Yah, itu sama saja dengan zikir KW. Tidak ada pahala, justru malah dosa.

Kalau kamu mampu berzikir dari rumah ke tempat kerja dan melewati jalan raya, bayangkan betapa banyak kekayaan yang kamu dapat. Betapa banyak pahala yang bisa kamu dapatkan dan tersimpan nanti di akhirat.

Jadi, alangkah ruginya bila di jalan raya tidak sambil berzikir. Makin banyak zikir, kamu akan makin kaya secara hati dan jiwa. Apalagi kamu sudah punya mobil BMW misalnya. Soalnya, sebagian orang itu tidak punya BMW, tetapi WMB alias Wah, Motornya Butut!

Kalau kendaraan kita masih dipandang tidak mewah, menarik, dan mahal bagi mata orang lain, kenapa tidak dijadikan tempat untuk berzikir dan itu mahal lho nilainya bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala?Β Hati tenang dengan mengingat Allah. Coba deh praktikkan!

2. Kekayaan Ketelitian atau Kewaspadaan

Pada bagian kedua ini, berada di jalan raya memang selalu dihadapkan dengan pengendara yang lain. Dari rumah hingga ke tempat kerja, bisakah kamu menghitung jumlah sepeda motor atau mobil yang kamu temui? Pastinya akan susah bukan?

Teliti atau waspada adalah pondasi yang penting, pondasi tersebut bisa diambil tanpa harus benar-benar pakai dasi. Bila kita tidak teliti atau waspada selama di jalan raya, hem, efeknya mengerikan, deh!

Namanya jalan umum, seperti tadi yang saya tulis di atas, semua orang boleh pakai. Meskipun semua orang bisa merasa memiliki, jangan juga dibawa ke rumah, dong! Bikin repot lagi itu.

Lalu, di sini teliti dan waspada yang bagaimana itu di jalan raya? Yah, contoh saja, ada emak-emak naik motor matic, menyalakan lampu sein ke kiri, eh, beloknya ke kanan.

Pada kesempatan lain, lampu seinnya ke kanan, eh, belok ke kiri. Lainnya lagi, sein ke atas, eh, beloknya ke bawah. Ada pula pengendara sepeda motor yang tiba-tiba nyelonong dari gang atau lorong langsung gabung saja di jalan raya. Dia tidak melihat ke belakang, mentang-mentang tidak ada mata di belakang kepalanya!

Teliti juga bisa saat sedang asyik di jalan raya, tiba-tiba ada anak kecil menyeberang. Langsung lari saja, sedangkan kita butuh waktu untuk mengerem. Atau kendaraan lain, bahkan yang badannya besar seperti bus maupun truk yang ugal-ugalan.

Dan, tidak kalah pentingnya adalah teliti atau waspada jika ada razia lalu lintas. Kalau memang surat-surat kendaraan kita lengkap, tidak masalah lewat.

Namun, bila pas tidak, jangan coba-coba. Lebih baik menghindar karena surat-surat kendaraan kita tidak lengkap. Eh, zaman sekarang masih pakai surat-suratan? Bukannya sudah ada Whatsapp?

Nah, waspada itu memang sangat penting selama di jalan raya. Telinga harus dipasang baik-baik karena bisa jadi ada yang melemparkan suara klakson.

Mata juga harus senantiasa teliti dengan kendaraan di sekitar kita. Lihat depan, samping, maupun belakang. Kalau di atas? Apanya yang mau diwaspadai? Tidak ada Harry Potter dan Aladdin di sana.

3. Kekayaan Kesabaran

sabar-ketika-berada-di-jalan-raya

Poin terakhir dalam urusannya dengan meraih kekayaan di jalan raya ini adalah apalagi kalau bukan kesabaran? Yap, ini adalah bentuk kekayaan yang tidak semua orang punya. Bahkan, orang kaya harta pun belum tentu sabar, karena mungkin namanya Irwan, bukan Sabar.

Selama di jalan raya, butuh yang namanya waktu. Kadang kena macet, kadang berhenti di lampu merah yang rasanya seperti satu abad. Meskipun merah itu berarti berani, memangnya kita berani terobos lampu merah? Ya, kalau tidak ada…. Hem, teruskan sendiri, deh!

Kekayaan kesabaran juga bisa didapatkan ketika di jalan raya sedang cuaca panas terik, banyak debu, apalagi yang sekarang sedang kena musibah asap kebakaran hutan maupun debu vulkanik. Ini jelas lebih dan lebih membutuhkan kesabaran.

Contoh lagi tentang sabar adalah ketika naik sepeda motor, sudah di pinggir jalan, eh, masih juga diklakson oleh mobil. Itu yang pernah saya alami. Jika di pinggir jalan saja diklakson, berarti tidak usah ada pinggir jalan kalau begitu? Lho?

Lalu, sampai kapan kesabaran ini akan berakhir? Jawabannya, kesabaran ini akan berakhir kalau sudah ketemu dengan huruf “n”. Yap, itulah pembatas kesabaran ini. Lihat pada kata “kesabaran” itu. Benar ‘kan?

Pada dasarnya, kesabaran itu memang tidak ada batasnya. Yang nanti akan menjadi batas adalah saat kaki kita menginjak di surga. Itulah buah amal dan benar-benar batas dari kesabaran.

Selama di dunia, segala sesuatu yang kita harapkan belum tentu terjadi. Memang kita mau berharap cepat sampai di tujuan pas lewat jalan raya, ternyata macet parah. Mau tak mau, harus sabar. Seperti teman saya, Sabarudin, yang mungkin saking seringnya sabar, jidatnya pun jadi makin tambah lebar.

Kesempatan Mendapatkan 3 Kekayaan Itu Setiap Hari

Dalam usaha untuk meraih nafkah demi mencukupi kebutuhan istri dan anak-anak kamu, maka jalan raya adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan 3 kekayaan seperti dalam poin-poin sebelumnya.

Memang, 3 jenis kekayaan dalam tulisan ini bukan dalam bentuk kaya harta, karena yang menulis juga belum kaya. Makanya, yang didapatkan “baru” berupa itu.

Eits, jangan salah, 3 bentuk kekayaan di atas bisa jadi akan mendapatkan hasil yang mengkayakan pemiliknya di akhirat nanti, terutama yang poin pertama. Bisa jadi bukan? Soalnya, di akhirat itu ‘kan belum semua manusia ada di sana. Jadi, belum ada perhitungan amal secara total.

Oleh karena itu, kesempatan mendapatkan 3 kekayaan itu ada tiap hari, ada di tiap kita berada di jalan raya. Mumpung masih ada umur, mari kita manfaatkan.

Kalau bukan Semarang, Wonogiri. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Terus, kapan mau berangkat dari Semarang ke Wonogiri?

23 Comments

  1. Kehidupan di jalan itu tidak bisa diprediksi. Kita berhati-hati, bisa saja orang lain yg celaka yang justru menyeret kita. Kita berhati-hati belum tentu selamat karena kecerobohan orang bisa juga membuat kita tertabrak, tersenggol, dan sebagainya

    Jadi betul selain sabar dan nambah kewaspadaan, kita juga sebaiknya memperbanyak dzikir.
    Memohon perlindungan sehat selamat mulai dari berangkat hingga kembali lagi ke rumah

  2. Walaupun awal2 tulisan ini rasa gesrek yaa 🀣, tapi ternyata poin tulisannya bervalue sekali πŸ˜„πŸ‘πŸ‘.

    Dulu aps masih di Al Azhar, guruku yg paliiiiing nekanin banget supaya kami rajin zikir. Di manapun. Daripada pikiran kosong, mending banyakin zikir. Ditambah pula dulu Al-Azhar Medan tempat aku sekolah, masih Deket hutan mas hahahahahahahha. Ada tuh beberapa siswi kesurupan. Makanya gimana ga guru2 pada nyuruh kami banyak zikiiiiir ya anak2 πŸ˜„πŸ˜„.

    Tapi memang, Krn diawali takut kesurupan, ya kami jadi banyakin zikir. Mau di manapun. Sampe pake counter zikir itu πŸ˜„.

    Mungkin Krn terbiasa dari zaman sekolah, jadinya kebawa sampai skr. Trutama banget kalau sedang road trip, biasanya zikir deh banyak2. Kayak kemarin pas road trip keliling sumatera, tahu sendiri jalanan sumatera yg aduhai dari segi apapun 🀣🀣🀣. Belum lagi cerita bajing lompat, mistisnya dll.

    Jadi drpd jumpa salah satu, atau suami Meleng, mendingan istrinya duduk manis di samping berzikir πŸ˜„. Selama road trip kliling sumatera itu, aku ngerasain sampe counter zikir mencapai maksimalnya 🀣🀣. Dan harus reset ke 0 lagi . Biasa kalau hari2 normal, paling mentok 500an doang πŸ˜„

    Banyak ternyata kekayaan yg bisa kita dapat DJ jalan raya yaaa. Moga2 yg kesabaran nih, bisa aku terapin. Tp secara aku ga bisa bawa mobil dan motor, jadinya ga ngerasain sih hrs sabar di jalan raya 🀣.

  3. Poin pertama nya jadi pengingat banget ini mas….soalnya masih sering on off untuk urusan dzikir saat sedang apapun itu daripada pikiran kosong kan memang lebih baik digunakan untuk berdzikir yaa…sudah hati jadi tenang trus dapet pahala juga πŸ™‚
    Btw tulisan nya lumayan menghibur ini khas jokes bapak2 banget hehehe..kan emang bapak2 yakk haha

  4. Sering banget kita emosi sendiri pas di jalan gara-gara macet atau kelakuan pengendara lain, padahal kalo dipikir-pikir emang tempatnya ngelatih kesabaran sama eling.
    Pengingat yang pas banget biar perjalanan yang biasanya ngebosenin atau bikin emosi malah bisa dapet pundi-pundi pahala.
    Semoga kita bisa melewati jalan menggunakan cara ini ya kak

  5. Zikiran ini memang jalan ninja untuk diri lebih tenang, ga merasa bengong melompong padahal ga ada kepompong.
    Apalagi kalau dalam perjalanan kan, sesuatu yang makin nyaman dengan mengingat-NYA. Ketimbang mengingat dia yang hanya berjanji tapi tak pernah menepati

  6. Yang sering saya lakukan justru poin 2 dan 3 yaitu Kekayaan Ketelitian atau Kewaspadaan juga sabar tingkat Dewa. Soalnya banyak pengendara yang tidak sabar. padahal semua juga ingin segara sampai tujuan. Macet dikit sudah klakson. lampu baru hijau sudah klakson sambil tencap gas. Padahal biar ga buru-buru, berangkatnya jangan mepet. Nah, karena banyak ga sabar, makanya harus waspada dan fokus berkendara.

  7. Insightful bangettt
    beneran ini reminder buat kita semuaa

    karena memang yg namanya di jalan atau di perjalanann beneran banyaaakkk kemungkinan bisa terjadi

    Soo advise di artikel ini sangat bisa diterapkan dan relatable dengan semua orang

  8. Masss, aku bacanya ketawa sendiri dan mohon maap nama saya bukan Herman, tapi Hermin. #Ehh.. πŸ˜€

    Tapi beneran, sebagai kaum hawa (hawa panas) saya suka heran sama ibu-ibu yang disebut raja jalanan. Udah tahu seinnya nyala bisa aja silat lidahnya. Tidak habis pikir… Kalau udah begitu banyakin sabarrrrrr aja.

    Makanya saya jadi kucing rumahan, di rumah aja musim kemarau begini daripada nanti ikutan panas kalau di jalan. Karena dirumah pun, ya juga termasuk jalan meraih kekayaan.. kekayaan sabar. Sabar lihat cucian, piring kotor, seterikaan.. hihihi.. πŸ˜€

  9. Aku suka banget nih analogi jalan raya dan kekayaan di tulisan ini mas Rizky. Awalnya terdengar sederhana, tapi kalau dipikir-pikir memang mirip dengan perjalanan mencari penghasilan: kita sama-sama bergerak, cuma tujuan dan kendaraan yang dipilih tiap orang berbeda.

    Bagian yang paling kena buat aku tuh pengingat bahwa punya jalan saja belum tentu berarti kita akan sampai.

    Kadang yang bikin lama justru terlalu sering berhenti, salah arah, atau sibuk membandingkan perjalanan sendiri dengan orang lain.

    Jadi mungkin yang penting bukan cuma tahu mau kaya lewat jalan yang mana, tapi juga konsisten terus bergerak dan tahu kapan harus belok.

    Selain itu nikmat berupa kekayaan kesehatan juga patut disyukuri. Bisa hidup sehat sampe sekarang tuh udah luar biasa banget. Di luar sana, banyak yang sakit. Mereka kaya tapi duitnya habis buat berobat.

    Tapi tetap semangatlah mencari kekayaan dan gunakan kekayaan itu demi untuk membantu saudara kita yang miskin. Bukan begitu? 😁

  10. Sebagai yang sering bepergian untuk mencari nafkah. Saya pun merasa kalau di perjalanan itu lama bukan kepalang, apalagi naik KRL serasa kayak pepes. Dan bener sih zikir salah satu cara ibadah yang bisa dilakukan dimanapun termasuk saat diperjalanan.

    3 bentuk kekayaan yang dijabarkan emang related. Semoga saja di dunia fana ini tetap bisa melakukan 3 poin penting dengan penuh kesadaran.

  11. Wah wah aku suka ngobrolin kekayaan. Nemu sekoper uang di jalan juga bisa mendadak kaya nih haha kidding =))
    Eh ternyata bahasannya bukan nemu duit di jalan melainkan numpuk harta buat bekal di akhirat yaa πŸ˜€
    Nah yaaaa, kalau di jalan tuh apalagi jalanan yang sering macet keknya menguji kesabaran jiwa. Mau marah2 juga nggak guna, mending dipakai buat melatih kesabaran, dzikir dan istighfar sepanjang jalan ya πŸ˜€
    Soal ketelitian itu juga makin tuwa usia makin challenging, makanya rasanya pengennya disopirin aja deh haha πŸ˜€

  12. Aku kira awalnya jalan raya buat cari cuan, ternyata kekayaan yang dimaksud malah lebih dalem ya, heuheu. Berasa dapet reminder lagi, kalau zikir, waspada, dan sabar ini memang relate banget sama kehidupan emak-emak yang tiap keluar rumah selalu ada aja ujiannya.

  13. ternyata ada banyak hikmah yang bisa diambil dari jalan raya yang bisa menjadi sarana ibadah dan ujian kesabaran juga bagi kita ya, kak. Jalan raya juga pastinya menjadi saksi orang-orang yang setiap hari berjuang untuk bisa terus mencari nafkah dan mempertahankan hidupnya di berbagai kondisi ekonomi

  14. MashaAllah~
    Nikmat Allah yang paling besar ini adalah diberi hidayah untuk ingat Allah di kala berdiri, duduk dan berbaring. Di setiap lini kehidupan, kalau bisa jangan sampai terlewat dzikir. Dan Allah paling suka sama hamba yang melakukan amalan satu ke yang lainnya tanpa jeda.
    Barakallahu fiik~

  15. Masyallah… Baca ini jadi diingatka bahwa kekayaan tidak hanya sekedar harta benda. Banyak kekayaan lain yang bisa kita raih dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan di jalanan. Seperti kekayaan zikir, sabar dan ketelitian serta kewaspadaan.

  16. Ternyata kekayaan bukan sekadar materi / uang tapi juga kesabaran di jalan. Emang kalau di jalanan rawan tersulut emosi, apalagi pas macet, atau panas, mumet dah! Daripada mengeluh lebih baik zikir dan sholawat biar hatinya adem.

  17. Ah, sungguh tulisan yang inspiratif
    Awalnya, pas baca judulnya aku langsung mikirnya kekayaan duniawi aja
    Eh ternyata bukan
    Lebih ke kekayaan untuk akhirat yaaa

  18. Tulisan ini menarik karena berhasil mengubah sesuatu yang sangat biasa, yaitu perjalanan di jalan raya, menjadi pengingat tentang kekayaan yang sering tidak kita sadari. Biasanya orang menganggap kaya hanya soal harta, padahal ketenangan hati, kewaspadaan, dan kesabaran justru merupakan bekal penting dalam kehidupan. Bagian tentang berzikir di perjalanan juga mengingatkan bahwa aktivitas sehari-hari bisa menjadi ladang pahala jika dimanfaatkan dengan baik. Ditambah humor-humor ringan yang membuat tulisan tidak terasa menggurui. Menurut saya, pesan paling kuat dari artikel ini adalah jangan sampai kita sibuk mengejar kekayaan dunia, tetapi lupa mengumpulkan bekal untuk akhirat.

  19. ada satu kebiasaan yang sering dilakukan ketika sedang menyusuri jalan raya menuju tempat kerja yaitu melafadkan zikir, hal ini selain menambah kualitas ibadah, kebiasaan ini memberi sedikit penyejuk ketika ruang-ruang pengap saat kemacetan sering melanda di tengah perjalanan. good information karena mengangkat hal-hal sederhana yang jarang dibahas oleh banyak penulis.

  20. Tulisan Abang begitu bermakna juga menghibur, senyum-senyum sendiri. Saya pribadi mungkin lebih ke Kekayaan Zikir, itu pun kalau ingat, Hehe.

    Alhamdulillah Abang sudah menerapkan ketiga Kekayaan itu ya?

    Terima Kasih Bang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *